Senin, 10 Mei 2010

Pemanfaatan Limbah Maggot dan Limbah sayuran Sebagai Media Hidup Cacing Tubifex


bu

Sabtu, 13 Februari 2010

Pemanfaatan Bahan Agro Industri melalui Teknologi Biokonversi untuk pakan ikan Lele dan Nila

Abstract

Indonesia masih mengimpor bahan-bahan penyusun pakan seperti jagung, kedelai dan tepung ikan. Guna mengatasi masalah tersebut dilakukan langkah-langkah peningkatan pemanfaatan limbah Agroindustri melalui cara fermentasi. Tujuan perekayasaan ini adalah membuat formulasi pakan dengan bahan baku dari limbah agroindustri yang ditingkatan availabilitas nutriennya menggunakan teknologi fermentasi.
Tiga formulasi dibuat masing Formula A adalah formula pakan yang berbasis hasil fermentasi bahan Agroindustri, Formula B adalah formula pakan berbasis tepung ikan, dan Formula C adalah formulasi kombinasi antara Tepung ikan dan Fermentasi Limbah Agroindustri. Kemudian diujicobakan pada pembesaran ikan leldan ikan nila.
Hasil kajian menunjukan bahwa penggunaan Fermentasi bahan Agro-industri dibandingkan dengan penggunaan tepung ikan memberikan pengaruh peningkatan FCR sebesar 5% lebih tinggi dan peningkatan pertumbuhan sebesar 16%. Sedangkan penggunaan kombinasi tepung ikan dan bahan agroindustri memberikan peningkatan tetapi tidak melebihi itu. Pada Pembesaran Ikan Nila, penggunaan Fermentasi bahan Agro-industri dibandingkan dengan penggunaan tepung ikan memberikan pengaruh penurunan terhadap FCR hanya 4,8 % dan penurunan pertumbuhan 6,4%. Sedangkan apabila dikombinasikan memberikan pengaruh peningkatan FCR sebesar 33% dan pertumbuhan menurun sebesar 28%.

Kata Kunci : FCR, Limbah Agroindustri, Ikan Lele, Pakan Ikan, Pembesaran, Pertumbuhan

Senin, 18 Januari 2010

APLIKASI PRODUKSI PELET BERBASIS BAHAN MAGGOT UNTUK BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG

Abstrak
Komponen dasar pelet yang digunakan dalam budidaya lele, seperti halnya pakan ikan karnivora, yaitu tepung ikan. Namun demikian, kenaikan biaya tepung ikan, yang menyebabkan meninkatnya harga pakan dan tingginya ongkos produksi lele, memicu pencarian sumber–sumber protein alternatif bagi bahan baku pakan lele. Pakan merupakan variabel tunggal terbesar dalam operasional produksi dan dalam budidaya udang semi-intensif misalnya biaya pakan ini hampir 28% dari total biaya (Treece, 2000).
Pencarian sumber protein alternatif yang dapat memberi performance sebanding dengan tepung ikan perlu terus dilakukan secara kontinyu. Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar telah melakukan kajian-kajian terhadap larva maggot, Black Soldier (Hermitia illuciens) sejak tahun 2004 guna mensubstitusi tepung ikan. Maggot adalah sejenis serangga pemakan madu yang mengasilkan larva yang memakan bahan organik. Pemanfaatan larva maggot untuk pakan ikan telah dikaji sbelumnya dalam bentuk utuh dan dalam bentuk formulasi pakan pelet. Hasil kajian menunjukan adanya potensi untuk dikembangakan dan diharapkan dapat menggantikan tepung pelet pada pakan lele (Clarias sp.).
Dari hasil uji laboratorium mengindikasikan adanya konsistensi antara formulasi pakan yang dibuat dalam perekayasaan pelet berbasis maggot tersebut dengan hasil analisa proksimat dari laboratorium nutrisi, hal tersebut bisa dilihat dari tabel 1 dengan tabel 3 dimana didapat hasil yang tidak berbeda nyata yaitu kandungan protein pakan pengujian 29.77 % dalam formulasi awal dan 29.21% hasil laboratorium. Sementara pakan kontrol kandungan proteinnya adalah 30.65% dalam formulasi awal dan 30.34% hasil proksimat laboratorium. Hal tersebut menunjukkan adanya progress yang baik untuk memproduksi pelet berbasis maggot ini secara massal,
Hasil uji lapang penggunaan pakan maggot pada pembesaran Ikan lele yang menggunakan kolam terpal dengan ukuran dan padat penebaran yang sama telah menghasilkan Sintasan (SR) sebesar 92.94% + 0,0 %; dengan konversi pakan FCR 1.18+ 0,1; dan pertumbuhan spesifik SGR 3.90%; sementara hasil uji lapang penggunaan pakan kontrol pada pembesaran Ikan lele yang menggunakan kolam terpal dengan ukuran dan padat penebaran yang sama telah menghasilkan Sintasan (SR) sebesar 88.24%+ 0,1 %; konversi pakan FCR 1.29+ 0,1; pertumbuhan spesifik SGR 3.77%+ 0,0%, dari hasil pengujian tersebut menunjukan pakan maggot layak diproduksi dan digunakan untuk pembudidayaan lele khususnya pembesaran,
Kata Kunci : pakan, formulasi